Go Back

Managed Service Provider: Definition, Functions, How It Works, and Its Benefits

Interscale

October 31, 2023

5

Reading time

Technology

Managed Service Provider atau (MSP) adalah perusahaan pihak ketiga yang menyediakan layanan pengelolaan infrastruktur dalam bidang teknologi informasi. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pengertian, fungsi, cara kerja, jenis, dan manfaat menggunakan layanan Managed Service Provider.

Pengertian Managed Serviced Provider

Managed Service Provider (MSP) bisa disebut dengan penyedia layanan terkelola. MSP merupakan perusahaan yang mengelola dan menyediakan berbagai layanan mengenai teknologi informasi (TI) kepada perusahaan lain. MSP bertanggung jawab dalam melakukan pemantauan, pengelolaan, serta pengawasan infrastruktur TI dan layanan layanan yang diperlukan oleh pengguna layanan.

Meskipun beberapa MSP mengkhususkan layanan pada sektor TI yang berupa penyimpanan data, MSP lainnya juga memiliki pasar tersendiri. Contohnya dalam sektor hukum, jasa keuangan, layanan kesehatan, atau manufaktur.

Fungsi MSP

Umumnya, Managed Service Provider sering digunakan oleh Usaha Kecil Menengah atau UKM. Banyak perusahaan kecil yang kemampuan TI-nya terbatas, sehingga mereka menggunakan layanan MSP untuk mendapatkan layanan TI yang mumpuni.

Perusahaan besar juga bisa menggunakan layanan MSP. Misalnya lembaga pemerintah yang dihadapkan pada kondisi keterbatasan anggaran untuk melakukan perekrutan, bisa menggunakan layanan MSP untuk menambah staff TI internal mereka.

MSP biasanya menangani pekerjaan yang rumit dan memakan waktu untuk mengelola infrastruktur TI. Berikut adalah beberapa hal yang umumnya dilakukan oleh MSP.

  • Menangani pengelolaan infrastruktur TI.

  • Memberikan dukungan teknis kepada staf.

  • Menambahkan perangkat lunak untuk meningkatkan keamanan siber pada TI.

  • Mengelola akun akses pengguna.

  • Menangani manajemen kontrak.

  • Layanan pengaturan gaji staf.

Bagaimana Cara Kerja MSP?

Berikut adalah tahap-tahap yang menjelaskan secara rinci bagaimana cara kerja MSP.

Penilaian Awal

Tahap pertama yaitu MSP melakukan penilaian awal terhadap kebutuhan dan tujuan pengguna layanan atau klien. MSP akan bekerja sama dengan klien untuk membahas infrastruktur TI yang sudah ada, permasalahan yang perlu diatasi, dan tujuan bisnis dalam jangka panjang. Tahap penilaian ini penting untuk membantu MSP dalam menyusun rancangan solusi IT yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Perencanaan dan Desain

Setelah mendapatkan data dari tahap penilaian awal, maka tahap selanjutnya yaitu perencanaan dan desain. MSP akan merancang infrastruktur, layanan, dan teknologi yang dibutuhkan klien. Pada tahap ini juga dilakukan pemilihan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), serta perencanaan untuk pemantauan dan pemeliharaan TI.

Baca juga : Data Center Adalah: Tips Memilih Data Center yang Baik

Implementasi

Setelah itu, MSP akan mengimplementasikan hasil perencanaan yang mencakup instalasi hardware dan software, konfigurasi jaringan, serta pengaturan sistem. Tahap implementasi memastikan bahwa semua infrastruktur dan komponen berfungsi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan klien.

Pemantauan

MSP akan selalu memantau kinerja infrastruktur TI. Pemantauan ini mencakup pengecekan jaringan, sistem, hardware, dan software. Pemantauan ini akan dijalankan secara rutin untuk mengidentifikasi masalah atau potensi masalah sebelum menimbulkan pengaruh pada operasional bisnis.

Pemeliharaan dan Pembaruan

Managed Service Provider bertanggung jawab dalam melakukan pemeliharaan rutin dan pembaruan sistem. Tahap ini mencakup pemantauan keamanan, pembaruan software, perbaikan hardware, dan perawatan umum lainnya. MSP juga menyediakan dukungan teknis apabila klien mengalami sebuah permasalahan.

Keamanan TI

Keamanan siber adalah komponen kunci dalam tahapan cara kerja MSP. MSP harus memastikan bahwa sistem klien aman dari ancaman kejahatan siber. Tahap ini mencakup pemantauan ancaman, manajemen akses, pembaruan sistem keamanan, dan perlindungan data.

Penyediaan Layanan Cloud (Opsional)

Beberapa MSP juga menyediakan layanan penyimpanan cloud kepada klien. Layanan ini mencakup Infrastructure-as-a-Service (IaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS). MSP akan merancang, mengelola, dan memantau kinerja cloud untuk klien mereka.

Dukungan Teknis

MSP biasanya menyediakan dukungan teknis untuk para kliennya. Dukungan teknis yang diberikan dapat berupa call center, dukungan daring, dan dukungan secara langsung di lokasi. Klien bisa menghubungi MSP apabila ada permasalahan atau sedang membutuhkan bantuan.

Laporan dan Evaluasi

MSP biasanya akan memberikan laporan yang berisikan hasil kinerja sistem dan jaringan kepada klien. Rincian laporan ini yaitu mencakup statistik kinerja, pembaruan, masalah yang pernah dihadapi, dan saran-saran mengenai perbaikan yang harus dilakukan. Klien dan MSP bisa bersama-sama melakukan evaluasi pada laporan ini untuk meningkatkan kinerja layanan TI.

Jenis MSP Berdasarkan Tingkat Perusahaan

Berikut adalah jenis-jenis MSP berdasarkan tingkat perusahaan.

MSP Pure-play

MSP Pure-play menawarkan layanan pada skala kecil. Mereka akan memfokuskan layanan pada pemantauan jaringan serta kinerja aplikasi saja. MSP hanya akan memberikan bantuan berupa laporan dan peringatan saat sistem milik klien mengalami gangguan.

MSP Staffing Legacy

MSP jenis ini biasanya digunakan untuk perusahaan tingkat menengah. Layanan yang ditawarkan adalah monitoring, pelaporan, serta instalasi dan peningkatan software.

MSP High Level

MSP high level memungkinkan para klien untuk melimpahkan seluruh tugas dan proses IT mereka pada penyedia layanan MSP. Biasanya MSP jenis ini menawarkan one stop solution untuk memenuhi kebutuhan kliennya

Jenis MSP Berdasarkan Layanan yang Ditawarkan.

Berikut adalah berbagai jenis Managed Service Provider berdasarkan layanan yang ditawarkan.

  • Monitoring: MSP menawarkan layanan monitoring yang berupa pemantauan software secara langsung atau real-time. Selain itu, ada juga pemantauan untuk berbagai aplikasi, server, perangkat jaringan, dan situs web.

  • Remote Support: MSP menyediakan layanan software yang berbasis cloud. Layanan ini juga mendukung perangkat jarak jauh, serta pemecahan masalah teknis dari jarak jauh.

  • Maintenance: MSP juga menyediakan layanan maintenance atau pemeliharaan jaringan dan infrastruktur secara rutin.

  • Simplified Billing: Jenis layanan MSP ini menangani faktur, anggaran serta pembayaran menggunakan sistem manajemen penagihan.

Manfaat Menggunakan MSP

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika menggunakan layanan MSP.

Hemat Biaya

Saat menggunakan layanan MSP, maka perusahaan dapat meminimalisir biaya untuk konfigurasi, software, hardware, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia, dan perangkat perawatan infrastruktur. Hal ini dikarenakan biaya layanan MSP relatif lebih terjangkau daripada membangun infrastruktur sendiri.

Keamanan Data Terjamin

Perusahaan tidak perlu khawatir mengenai kebocoran data atau adanya virus yang menyerang sistem operasional IT. Sebab, MSP menyajikan sistem keamanan yang mutakhir sehingga mampu mengamankan berbagai data sensitive secara optimal. Sistem keamanan ini akan menghalau pelaku kejahatan siber atau adanya peretasan oleh hacker.

Meningkatkan Produktivitas

Ketika melimpahkan tugas atau peran IT kepada MSP, maka perusahaan dapat memfokuskan karyawan untuk menjalankan pekerjaan lain yang berhubungan dengan pertumbuhan bisnis. Saat menggunakan layanan MSP, secara tidak langsung produktivitas akan meningkat.

Dukungan Dari Tenaga Ahli

MSP menyediakan staff yang terdiri dari tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Staff ini bersertifikasi dan mengantongi pengalaman yang mempu mendukung kinerjanya dalam menjalankan layanan MSP. Selain itu, mereka juga telah menjalani berbagai pelatihan agar keterampilannya semakin meningkat.

Peningkatan Fokus pada Bisnis Inti yang Lebih Strategis

Salah satu manfaat utama dari menggunakan MSP adalah memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya dan energi mereka pada aspek bisnis inti yang lebih strategis. Dengan mengandalkan MSP untuk mengelola tugas-tugas IT yang kompleks, seperti pemeliharaan jaringan, pemantauan keamanan, dan dukungan teknis sehari-hari, perusahaan dapat membebaskan sumber daya internal, termasuk personel IT, untuk berfokus pada inovasi dan inisiatif yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjadi lebih responsif terhadap perubahan pasar dan mempercepat pengembangan produk dan layanan. Sementara MSP mengatasi tugas-tugas operasional, staf internal dapat berkolaborasi dengan lebih efektif dan memusatkan perhatian pada strategi bisnis jangka panjang.

Pembaruan Teknologi Terbaru

MSP secara teratur memantau dan mengadopsi teknologi terbaru, sehingga perushaaan yang menggunakan jasa mereka dapat memanfaatkan inovasi terkini. MSP membantu perusahaan untuk tetap memanfaatkan solusi IT yang paling mutakhir dan relevan. Dengan memiliki akses ke pembaruan perangkat keras dan perangkat lunak terbaru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mengurangi risiko kerentanan keamanan, dan memastikan bahwa sistem berjalan secara optimal. Dengan kata lain, MSP memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.

Demikian penjelasan mengenai Managed Service Provider. MSP memegang peran yang sangat penting dalam mendukung operasional bisnis yang efektif dan efisien. Dengan layanan yang beragam serta tenaga ahli profesional, MSP dapat meningkatkan efisiensi jalannya perusahaan.

Follow Us

Contact Us

+61 3 9000 7888

915/401 Docklands

Dr, Docklands, VIC, 3008,
Australia

© 2023 Interscale. All rights reserved.

Follow Us

Contact Us

+61 3 9000 7888

915/401 Docklands

Dr, Docklands, VIC, 3008,
Australia

© 2023 Interscale. All rights reserved.

Follow Us

Contact Us

+61 3 9000 7888

915/401 Docklands

Dr, Docklands, VIC, 3008,
Australia

© 2023 Interscale. All rights reserved.